Keperawanan adalah suatu harta yang tak ternilai harganya bagi seorang
perempuan. Tetapi belakangan ini ada kaum hawa yang rela menjual
keperawanannya demi meraup rupiah.
Para korban umumnya tergiur
karena imbalan sejumlah uang yang cukup besar setelah melihat mucikari
memakai barang berharga. Tersangka Noni Wahyuni diketahui menjadi
mucikari dari empat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekolah di
daerah tersebut.
"Awalnya mereka cuma berteman biasa, kemudian
anak-anak tersebut menanyakan dari mana tersangka bisa mendapatkan
barang seperti telepon genggam dan baju yang bagus, lalu tersangka
menawarkan anak-anak itu untuk melayani tamu agar bisa mendapatkan
uang," ujar Kompol Nur Samsi, Kapolsek Taman Sari dilansir Antara, Kamis
(15/10).
Dalam satu kali transaksi, Noni bisa mengajak tiga
korbannya sekaligus untuk melayani para pria hidung belang dengan
memasang tarif Rp 1 juta. Dari transaksi itu, Noni bisa meraih untung
sebesar Rp 300 ribu dan sisanya diberikan kepada korban-korbannya.
Saat
ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap salah satu pelanggan,
yang merupakan seorang pengusaha perkebunan sawit berinisial Al.
"Sedangkan
untuk tersangka akan dijerat atas dugaan perbuatan eksploitasi seksual
terhadap anak sebagaimana diatur dalam pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014
dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tandasnya.
Lalu cerita
mengenai YNA (14) seorang gadis perawan asal Bandung terpaksa hilang
kegadisannya oleh pria hidung belang di eks lokalisasi Saritem Bandung.
Dia dijual oleh Jem yang kini buron dengan harga Rp 300 ribu kepada DS
(40) germo di Saritem.
Dalam kasus lain mucikari kalangan siswi
dan mahasiswi berinisial HT (43), menjual PSK yang masih perawan dengan
tarif Rp 20 juta. HT mempromosikan kepada pria hidung belang dengan
tarif cukup besar.
"Yang masih gadis atau perawan tarifnya Rp 20 juta, mahalkan. Tersangka juga menyediakannya," ungkap Sumarso, Jumat (22/5).
Menurutnya,
dalam mengajak wanita menjadi anak buahnya, tersangka HT bekerja secara
terang-terangan. Dia mendatangi orangtua calon korbannya, terutama dari
kalangan tidak mampu dan menjamin akan memberikan penghasilan yang
besar dan mengubah kehidupan mereka.
"Ini yang parahnya. Tersangka datang langsung ke keluarga korban. Bagi yang minat, langsung dijual," kata dia.
Deretan
kisah ini tentu sangat memilukan. Prostitusi kian terbuka bahkan
melibatkan anak-anak di bawah umur. Seharusnya hal itu diberantas hingga
ke akar-akarnya.
Murahnya harga keperawanan ABG di negara Indonesia
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print
PDF
